Featured Post Today
print this page
Latest Post

Rabu, 14 November 2012

Menkes klaim pelayanan kesehatan di daerah semakin baik


Menkes klaim pelayanan kesehatan di daerah semakin baik 
 
Masalah kesehatan menjadi tanggung jawab semua kalangan baik pemerintah pusat, daerah maupun kabupaten. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengklaim, sejak lima bulan dirinya menjabat dan mengunjungi beberapa daerah, dia melihat banyak yang telah dicapai dalam pembangunan kesehatan di daerah.

"Saya merasa bangga karena jajaran kesehatan di daerah menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Saya akan berusaha mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia agar saya dapat melihat sendiri pelaksanaan pembangunan kesehatan di daerah," kata Nafsiah dalam pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi dan Pelaksanaan Operasional Program (Rakor POP) di Jakarta, Selasa (13/11).

Dalam kesempatan yang sama, Nafsiah juga bangga dengan hasil audit yang dilakukan BPK di mana Kemenkes untuk meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Tahun 2011, untuk pengelolaan keuangan Kementerian kesehatan telah berhasil meraih opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Kita berharap Kemenkes dapat meraih WTP pada tahun 2012 dan tahun-tahun selanjutnya," harapnya.

Salah satu bentuk peningkatan pelayanan di bidang kesehatan yang tengah dikerjakan oleh pemerintah adalah sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dalam rangka jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC). Langkah tersebut meliputi penyiapan regulasi, sarana dan prasarana, sumber daya dan kegiatan sosialisasi.

Untuk mendukung kesuksesan program jaminan kesehatan semesta ini, Nafsiah berharap dukungan provinsi dan kabupaten/kota.

"Upaya promotif-preventif harus diutamakan dalam pembangunan kesehatan, dengan tetap memperhatikan upaya kuratif-rehabilitatif. Keberhasilan upaya promotif-preventif akan berdampak pada penurunan kejadian penyakit, penurunan jumlah orang sakit dan efisiensi biaya pelaksanaan kesehatan," jelasnya.


Sumber berita : Merdeka.com

16 Puskesmas Siap Melayani Masyarakat Kerinci



Kadis Dinkes
Penulis : Sepriyono Humas

Kerinci - Pemangauan di bidang kezehatan juga sangat membuthkan sinergitas antara stake holder yang ada di bidang kesehatan, pasalnya bidang pendidikan sangatlah penting karena menyangkut hajat hidup masyarakat banyajk, berbagai upaya pun telah dilakukan oleh Dinas kesehatan Kabupaten Kerinci.
Kepala Dinkes Kabupaten Kerinci Raflizar mengatakan di bidang kesehatan, pembangunan dilaksanakan melalui serangkaian program dan kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
Dikatakannya, saat ini kabupaten  kerinci telah  memiliki satu rumah sakit yaitu rumah sakit umum majen HA. Thalib sehingga praktis hanya rumah sakit inilah yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan. untuk itu keberadaan rumah sakit umum daerah harus didukung oleh ketersediaan puskesmas dan jaringannya yang menyebar di semua kecamatan. puskesmas dan jaringan inilah yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang terus dipertahankan dan tingkatkan setiap tahunnya.
pada tahun 2012, telah dilaksanakan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit umum mayjen HA thalib, pembangunan 6 unit poskesdes baru, pembangunan ruang perawatan puskesmas, rehabilitasi gedung puskesmas dan pustu.
Disebutkannya, hingga september 2012, telah berdiri 16 unit puskesmas yang telah siap memberikan pelayanan kesehatan, yang tidak hanya pelayanan kesehatan rawat jalan bahkan 4 diantaranya telah ditetapkan sebagai puskesmas perawatan,  yang  didukung oleh  41 pustu dan 34 poskesdes,  dengan 37 orang dokter, 123 perawat  dan 91 orang bidan.
sampai saat ini, sejumlah kemajuan dalam indikator kesehatan masyarakat dapat kita raih. hal ini ditandai dengan perkembangan angka harapan hidup dari  70,83 tahun pada 2010 menjadi 70,96 tahun pada tahun 2011.
trend yang menggembirakan juga terlihat pada meningkatnya  status gizi baik pada balita, yakni  dari 89,48 persen pada tahun 2011 menjadi 99,94 persen hingga september tahun 2012, yang diikuti  pula dengan penurunan prosentase atas gizi buruk, dari 0,88 persen  menjadi 0,06 persen. hal ini merupakan pengaruh langsung dari pelaksanaan kebijakan sistem kewaspadaan pangan dan gizi yang dilaksanakan setiap tahunnya.
selain itu, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, pemerintah daerah meluncurkan program jamkesmas untuk memberikan pelayanan berobat gratis bagi masyarakat miskin di puskesmas, rumah sakit umum dan rujukan ke luar daerah, serta melalui kerjasama dengan PT. Askes juga  diluncurkan program jamkesda yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam program jamkesmas, sehingga seluruh masyarakat tidak mampu, dapat memeperoleh pelayanan kesehatan.

selain itu, kondisi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat lainnya dapat pula ditunjukkan dari relatif terkendalinya beberapa jenis penyakit  yang diderita masyarakat karena makin intensifnya kegiatan survey penyakit menular baik ditingkat kabupaten maupun ditingkat puskesmas sesuai dengan prosedur. antara lain kasus penyakit TBC, penyakit diare, penyakit saluran pernafasan pada balita, penyakit demam berdarah, serta kasus-kasus kejadian luar biasa lainnya.ungkapnya.Yon.

Sumber berita : Humas kabupaten Kerinci

Bakti sosial kesehatan


BANJARMASIN. Rumah Zakat cabang Banjarmasin dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-48 menggelar bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, serta jalan sehat, di halaman depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Komplek Kantor Pemerintah Provinsi  Kalimantan Selatan, Minggu (11/11). Komplek daerah ini tampak lebih ramai daripada biasanya. Jalan yang berada di komplek ini  termasuk dalam area Car Free Day di setiap Hari Minggu pagi.
Event kali ini dihadiri juga oleh para mahasiswa-mahasiswi, masyarakat umum serta praktisi kesehatan yang meramaikan Peringatan HKN ini. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Banjarmasin yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, RSUD Ulin, Rumah Zakat, Sekolah Tinggi dan Akademi Kesehatan di Kota Banjarmasin, serta beberapa sponsor pendukung acara.
Acara dimulai sekitar pukul 06.30 WITA dengan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan di depan pintu timur Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin berupa cek kadar kolesterol, asam urat, gula darah oleh tim medis gabungan dari Rumah Zakat cabang Banjramsin, PPNI dan perwakilan relawan dari beberapa kampus kesehatan di Banjarmasin.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat pengunjung area Car Free Day, tercatat lebih dari 130 warga yang
ikut pemeriksaan kali ini. “Baru kali ini saya periksa kadar kolesterol saya, hasilnya sedikit di atas normal, oleh Ibu Dokter diminta supaya lebih menjaga makanan dan berperilaku hidup sehat, mudah-mudahan bisa segera normal,” ungkap salah satu penerima manfaat.
“Saya harap acara seperti ini bisa diadakan lagi,” tutur Mawardi warga Jl. Kuin Selatan, salah seorang warga yang ikut memeriksakan kadar kolesterolnya. Pada waktu bersamaan, juga dilaksanakan acara jalan sehat yang dimulai dan berakhir di depan Komplek Kantor Pemerintah Provinsi Kalsel Jl Jenderal Sudirman, Banjarmasin. Acara jalan sehat dibuka oleh Machli Riyadi, SH.MH, selaku Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Banjarmasin. Rangkaian acara ini berakhir sekitar pukul 9.30 WITA dengan pengumuman pemenang hadiah hiburan, serta pemenang beberapa perlombaan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional 2012.***

Sumber berita : Rumah zakat
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Metropolis Media Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger